Antisipasi Kemarau Dan Kekeringan
BRMP Unggas dan Dispangtan Purwakarta Tinjau Jaringan Irigasi, Pastikan Pasokan Air Petani Tetap Aman
Purwakarta — Balai Perakitan dan Modernisasi (BRMP) Unggas bersama Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta serta sejumlah pemangku kepentingan melakukan peninjauan kondisi jaringan irigasi di kawasan irigasi sekunder Plered, Citeko, Cisomang, hingga Darangdan, Kamis (23/7). Kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian tetap terjaga guna mengantisipasi risiko kekeringan dan gagal panen.
Dalam peninjauan tersebut, tim bersinergi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang selama ini menjadi ujung tombak pendampingan petani. Bersama para PPL, tim melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi saluran irigasi serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Hasil monitoring menunjukkan sejumlah permasalahan yang perlu segera ditangani. Aliran air dari pembagi Cinutug/Curug Darangdan tidak mampu mencapai saluran sekunder PGS 12–14 akibat kerusakan saluran dan sedimentasi yang cukup parah. Selain itu, debit air di saluran sekunder 14 hanya tercatat sekitar 450 meter kubik, sementara Bendung Cisomang juga mengalami penurunan debit.
Keterbatasan pasokan air turut menjadi tantangan bagi petani. Saat ini distribusi air dari Perum Jasa Tirta (PJT) hanya dilakukan satu kali dalam sepekan, yakni setiap Sabtu malam. Di sisi lain, rencana pembangunan sumur bor sebagai alternatif sumber air masih terkendala biaya karena kedalaman pengeboran diperkirakan mencapai sekitar 120 meter.
Menindaklanjuti temuan tersebut, para PPL bersama kelompok tani terus memperkuat koordinasi untuk mengatur pembagian air secara bergiliran agar dapat dimanfaatkan secara merata dan tepat sasaran. Hasil peninjauan juga telah dilaporkan kepada Tenaga Ahli Menteri sebagai bahan percepatan penanganan, khususnya terkait perbaikan infrastruktur irigasi yang menjadi kewenangan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian Pekerjaan Umum.
Sebagai solusi jangka panjang, tim juga mengusulkan percepatan rehabilitasi saluran irigasi oleh PJT, pembangunan embung penampung air hujan, serta dukungan program hujan buatan apabila kondisi kekeringan terus berlanjut.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan para petani, diharapkan ketahanan pangan di Kabupaten Purwakarta dapat terus terjaga serta mampu menghadapi ancaman kekeringan yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian.