BRMP Unggas Dorong Kemandirian Pertanian Organik Berbasis Teknologi Modern
Perkuat Sinergi dengan Dispangtan Purwakarta, BRMP Unggas Dorong Kemandirian Pertanian Organik Berbasis Teknologi Modern
PURWAKARTA – Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Unggas dan Aneka Ternak terus memperkuat sinergi dengan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta dalam mendorong pengembangan pertanian organik yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi modern.
Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Rabu (15/7), dibuka oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Dispangtan Kabupaten Purwakarta, Tatang Sopian, S.P., M.Agr. Turut hadir sebagai narasumber Kepala BRMP Unggas dan Aneka Ternak, Dr. Ir. Andi Saenab, M.Si., bersama Prof. Akhmad Syawaludin, yang memberikan pembekalan kepada para petani dan penyuluh pertanian.
Dalam pemaparannya, Dr. Andi Saenab menjelaskan bahwa sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia, meningkatnya biaya produksi, penurunan kesuburan tanah, hingga dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, diperlukan transformasi menuju sistem pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah Pertanian Modern (Advanced Agriculture System/PM-AAS) yang mengintegrasikan teknologi dalam seluruh proses budidaya. Sistem tersebut meliputi penerapan precision farming, smart farming berbasis Internet of Things (IoT), penggunaan drone, mekanisasi pertanian, irigasi hemat air, hingga digitalisasi usaha tani.
"Pemanfaatan teknologi modern tidak bertentangan dengan prinsip pertanian organik. Justru teknologi menjadi alat untuk meningkatkan efisiensi, ketepatan, dan keberhasilan penerapan sistem pertanian organik," ujar Dr. Andi Saenab.
Ia menambahkan, teknologi dapat dimanfaatkan melalui penggunaan sensor tanah untuk mengatur kebutuhan air, drone untuk pemantauan organisme pengganggu tanaman, mesin pencacah dalam pengolahan kompos, serta aplikasi digital sebagai sarana pencatatan usaha tani dan pemasaran hasil produksi.
Selain penerapan teknologi, Dr. Andi Saenab menekankan pentingnya membangun kemandirian petani melalui kemampuan memproduksi pupuk organik, membuat pestisida nabati, menggunakan benih berkualitas, mengurangi ketergantungan terhadap input dari luar, serta memperkuat kelembagaan kelompok tani.
Sementara itu, Prof. Akhmad Syawaludin menyampaikan materi mengenai strategi pengembangan pertanian berkelanjutan sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai integrasi pertanian organik dengan inovasi teknologi.
Kecamatan Pondoksalam dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi kawasan pengembangan pertanian organik karena didukung oleh luas lahan pertanian, komoditas unggulan berupa padi dan hortikultura, ketersediaan limbah pertanian dan peternakan sebagai bahan baku kompos, serta dukungan pemerintah daerah dan penyuluh pertanian.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, BRMP Unggas mendorong berbagai langkah strategis, antara lain peningkatan kapasitas petani, produksi pupuk organik padat dan cair, pemanfaatan pestisida nabati, penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), diversifikasi tanaman, pembangunan demplot percontohan, hingga digitalisasi usaha tani.
Penerapan pertanian organik juga diyakini mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian melalui harga jual yang lebih kompetitif, peluang memperoleh sertifikasi organik, penguatan branding produk, serta perluasan akses pemasaran melalui koperasi, BUMDes, maupun platform digital.
Dalam mewujudkan pertanian organik yang berkelanjutan, Dr. Andi Saenab menegaskan bahwa keberhasilan tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri. Sinergi antara pemerintah, penyuluh, kelompok tani, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekosistem pertanian yang tangguh dan berdaya saing.
Sebagai bentuk komitmen, BRMP Unggas telah menyusun roadmap pengembangan pertanian organik selama tiga tahun. Tahun pertama difokuskan pada penguatan kelembagaan kelompok tani, pembangunan rumah kompos, dan produksi pupuk organik. Tahun kedua diarahkan pada perluasan lahan dan peningkatan jumlah petani organik. Selanjutnya, tahun ketiga difokuskan pada sertifikasi produk, penguatan branding, serta pengembangan kemitraan usaha.
Melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi modern, BRMP Unggas optimistis pertanian organik dapat menjadi solusi dalam menjaga kesuburan tanah, meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani menuju pertanian Indonesia yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan.