Pengamat Nilai Kritik Feri Amsari Tidak Berbasis Data, Berpotensi Menyesatkan Publik
Jakarta — Pernyataan pakar hukum tata negara, Feri Amsari, terkait isu swasembada pangan mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Sejumlah pengamat menilai bahwa pernyataan tersebut tidak didukung oleh data yang valid serta berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
Pengamat pertanian, Hasil Sembiring, menyampaikan bahwa kritik yang disampaikan seharusnya didasarkan pada kajian ilmiah dan kondisi faktual di lapangan. Menurutnya, narasi yang tidak berbasis data berisiko mengaburkan capaian yang telah diraih dalam sektor pangan nasional.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa penyampaian informasi yang tidak proporsional dapat melemahkan kepercayaan publik terhadap program strategis pemerintah, khususnya dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan. Dalam konteks ini, ia juga mengingatkan adanya potensi narasi yang menyerupai pola komunikasi yang kerap digunakan oleh pihak-pihak dengan kepentingan tertentu dalam rantai distribusi pangan.
Para pemangku kepentingan di sektor pertanian menegaskan bahwa capaian swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan petani, pemerintah, serta berbagai elemen pendukung lainnya. Oleh karena itu, diperlukan penyampaian informasi yang objektif, berimbang, dan berbasis data agar tidak menimbulkan disinformasi di ruang publik.
Sumber:
FIN.CO.ID (2026)