Harga TBS sudah naik
Mentan Amran: 90 Persen Perusahaan Sawit Sudah Naikkan Harga TBS Petani
Jakarta – Upaya pemerintah mengawal harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mulai menunjukkan hasil. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut sekitar 90 persen perusahaan sawit telah menaikkan harga pembelian TBS di tingkat petani setelah dilakukan pengawasan dan evaluasi bersama Satgas Pangan Polri.
Menurut Amran, langkah pemerintah melalui serangkaian pertemuan dengan pelaku usaha, asosiasi, dan perwakilan petani sawit berhasil mendorong penyesuaian harga TBS agar kembali sesuai dengan kondisi pasar.
"Harga TBS sudah naik, 80–85 persen, mungkin saat ini 90 persen sudah naik. Tetapi yang belum naik, tetap kita telusuri bersama Satgas," kata Amran, Rabu (17/6/2026).
Amran menjelaskan, sebelumnya terdapat sekitar 270 perusahaan yang teridentifikasi belum menyesuaikan harga TBS sesuai perkembangan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia. Kini jumlah tersebut menurun menjadi sekitar 130 perusahaan.
"Kemarin kan 270, sekarang ini tinggal sekitar 130 perusahaan. Yang belum menaikkan tetap diperiksa. Kita monitor seluruh Indonesia agar kenaikan harga ini tetap terjaga," ujarnya.
Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan Polri terus melakukan pengawasan guna memastikan kenaikan harga TBS berlangsung berkelanjutan dan tidak kembali mengalami penurunan yang merugikan petani.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kesejahteraan sekitar 15 juta petani sawit di Indonesia. Pemerintah menilai petani harus menjadi pihak yang pertama merasakan manfaat ketika harga CPO dunia meningkat dan pasar menunjukkan tren positif.
Sebelumnya, pemerintah telah memberikan ultimatum kepada perusahaan-perusahaan yang masih membeli TBS di bawah harga yang semestinya. Pengawasan dan pemeriksaan terus dilakukan terhadap perusahaan yang belum melakukan penyesuaian harga.
Hasilnya, sejumlah daerah sentra sawit nasional mulai melaporkan kenaikan harga TBS yang mendekati bahkan sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan pemerintah daerah.
Amran menegaskan pemerintah akan terus menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan pelaku usaha guna mewujudkan tata niaga sawit yang sehat, transparan, dan berkeadilan.
"Kita ingin ekosistem sawit yang sehat. Petani sejahtera, pengusaha juga sejahtera. Yang terpenting, petani tidak boleh dirugikan," tegasnya.
Pemerintah optimistis pemulihan harga TBS akan semakin merata di seluruh wilayah sentra sawit nasional seiring meningkatnya kepatuhan perusahaan dan pengawasan yang terus diperkuat.