• Jl. Raya Veteran III
  • (+62)2518240752, WA Layanan (+62)8119458752 (chat only)
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • LAYANAN
    • Formulasi Pakan Cerdas
Thumb
19 dilihat       17 Mei 2026

Swasembada dalam Satu Tahun

Presiden: Terima Kasih Mentan Andi Amran Sulaiman, Swasembada dalam Satu Tahun

Nganjuk – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas keberhasilan mewujudkan swasembada pangan nasional hanya dalam waktu satu tahun, jauh lebih cepat dari target empat tahun yang ditetapkan pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan dalam peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jumat (16/5/2026).

“Kita swasembada pangan, perjuangan yang tidak ringan. Kita negara besar dengan 287 juta rakyat. Menjamin pangan 287 juta orang bukan pekerjaan ringan. Tapi kita berhasil,” kata Presiden Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa sebagai kepala negara dirinya memikul tanggung jawab penuh atas ketahanan pangan nasional. Karena itu, ia memberikan mandat langsung kepada Mentan Amran beserta seluruh jajaran pertanian untuk mencapai swasembada pangan dalam empat tahun. Namun target tersebut mampu diwujudkan jauh lebih cepat.

“Saya beri tugas ke Menteri Pertanian dan semua timnya, saya minta swasembada pangan dalam empat tahun. Mereka bisa hasilkan dalam satu tahun,” tegasnya.

Presiden Prabowo juga secara khusus menyampaikan rasa terima kasih dan kekagumannya kepada Mentan Amran yang dinilainya memiliki kapasitas, pengalaman, dan keberpihakan kuat kepada petani Indonesia.

“Saya terima kasih. Saya tidak tahu bagaimana saya bisa ketemu seorang kayak Andi Amran Sulaiman. Saya tidak pernah kenal beliau. Kebetulan saya ketemu, saya tanya dua tiga pertanyaan, ini orang oke pemikirannya,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, Mentan Amran memahami persoalan pangan secara utuh karena memiliki pengalaman sebagai Menteri Pertanian, pelaku usaha, sekaligus berasal dari keluarga petani.

“Beliau akhirnya berjuang karena beliau menguasai permasalahan. Beliau pernah menjadi Menteri Pertanian, sebelumnya beliau adalah pelaku, dan beliau datang dari keluarga petani, beliau anaknya petani, jadi beliau mengerti masalah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan persoalan hidup dan mati suatu bangsa. Karena itu, pemerintah memilih memperkuat produksi dalam negeri dibanding bergantung pada impor pangan.

“Saya tidak memandang pangan sekadar komoditas, tapi survival suatu bangsa. Jadi saya tidak ikut paham yang mengatakan bahwa beras dan jagung lebih efisien kalau kita impor. Survival bangsa bukan sekadar lebih murah, tetapi ada atau tidak,” tegas Presiden.

Keberhasilan Indonesia menjaga produksi dan stok pangan nasional, lanjut Presiden, kini membuat banyak negara mulai meminta pasokan beras dari Indonesia di tengah krisis pangan global dan pengetatan ekspor sejumlah negara produsen.

“Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita. Tetangga kita yang menganggap dirinya lebih hebat dari kita sekarang harus datang ke Indonesia minta boleh beli beras,” ujarnya.

Presiden menambahkan pemerintah tetap mengutamakan kepentingan rakyat dan kesejahteraan petani dalam setiap kebijakan pangan nasional. Karena itu, ekspor pangan dilakukan secara terukur dengan memastikan kebutuhan dalam negeri tetap aman dan harga di tingkat petani tetap menguntungkan.

“Yang utama kita amankan rakyat dulu. Jangan petani kita korban. Harga harus minimal untung,” pungkasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia pada tahun 2025 mencapai 34,69 juta ton atau meningkat 4,07 juta ton dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, cadangan beras pemerintah pada tahun 2026 tercatat telah mencapai 5,3 juta ton.

Capaian tersebut diraih melalui berbagai kebijakan strategis pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani, mulai dari penambahan volume pupuk bersubsidi menjadi 8,55 juta ton, penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen, penyesuaian harga pembelian pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, hingga penyederhanaan berbagai kebijakan pertanian lainnya.

Di bawah komando Mentan Amran, Kementerian Pertanian Republik Indonesia juga melakukan percepatan program strategis seperti optimalisasi lahan, perbaikan infrastruktur irigasi, pompanisasi, penyediaan benih unggul, hingga transformasi pertanian tradisional menuju modern melalui penyediaan alat dan mesin pertanian.

Keberhasilan swasembada pangan dalam waktu singkat tersebut menjadi bukti nyata kuatnya kolaborasi antara kepemimpinan Presiden Prabowo dan kerja cepat jajaran pertanian dalam menghadirkan hasil konkret bagi rakyat. Pemerintah pun optimistis momentum kebangkitan sektor pertanian akan terus berlanjut dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan yang semakin disegani dunia sekaligus memperkuat kesejahteraan petani sebagai pilar utama ketahanan bangsa.

Prev Next

- BRMP UNGGAS


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan
    12 Mei 2026 - By BRMP UNGGAS
  • Thumb
    Smart Feed Agrinak V2
    07 Mei 2026 - By BRMP UNGGAS
  • Thumb
    Kementan Uji B50 untuk Alsintan, Bioreaktor Biodiesel Hybrid Disiapkan
    18 Apr 2026 - By BRMP UNGGAS
  • Thumb
    Perintah Presiden di Kebut: Mentan Amran bersama BUMN percepat B50 dan E20
    16 Apr 2026 - By BRMP UNGGAS

tags

BADAN PERAKITAN DAN MODERNISASI PERTANIAN

Kontak

(+62)2518240752, WA Layanan (+62)8119458752 (chat only)
(+62)2518240754
[email protected]

Jl. Raya Veteran III No.1
Banjarwaru
Kecamatan Ciawi - Kabupaten Bogor
Jawa Barat
Indonesia
16720

Website: https://unggas.brmp.pertanian.go.id

© 2026 - 2026 BRMP UNGGAS. All Right Reserved