Dorong Optimalisasi Irigasi dan Uji Tanam Padi Inpago Fortiz di Purwakarta
Perkuat Ketahanan Pangan, BRMP Unggas Dorong Optimalisasi Irigasi dan Uji Tanam Padi Inpago Fortiz di Purwakarta
Purwakarta – Balai Perakitan dan Pengujian Unggas dan Aneka Ternak (BRMP Unggas) bersama Penyuluh CWS Kabupaten Purwakarta, Penyuluh BPP Wanayasa, dan Kelompok Tani Harapan Mekar, Desa Legok Huni, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, melaksanakan uji coba penanaman padi varietas Inpago Fortiz dengan memanfaatkan teknologi drum seeder rakitan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong optimalisasi lahan pertanian sekaligus mengidentifikasi berbagai potensi dan kendala yang dihadapi petani dalam mendukung peningkatan produktivitas serta ketahanan pangan di wilayah Purwakarta.
Uji coba penanaman dilaksanakan pada lahan sekitar 1.300 m² menggunakan drum seeder rakitan dengan kapasitas sekitar 6 kg benih. Pemanfaatan alat sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif teknologi tanam yang lebih efisien, mudah dioperasikan, dan adaptif terhadap kondisi petani di lapangan.
Optimalisasi Sumber Air untuk Pertanian
Selain aspek teknologi budidaya, ketersediaan dan distribusi air menjadi salah satu perhatian penting dalam kegiatan tersebut. Wilayah Wanayasa memiliki sejumlah sumber air yang berpotensi mendukung pengairan lahan pertanian, di antaranya Sungai Ciherang, Situ Wanayasa, Situ Wanasari, Situ Cibeber, serta Bendungan Cigosali.
Situ Wanayasa memiliki jaringan pengairan yang melayani sekitar satu desa, sementara Situ Wanasari memiliki potensi pengairan sekitar 50 hektare. Adapun jaringan Situ Cibeber berpotensi mendukung pengairan lahan pertanian di sekitar lima desa.
Namun demikian, potensi sumber air tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena terdapat sejumlah jaringan irigasi yang mengalami kerusakan. Kondisi tersebut menyebabkan air belum dapat dialirkan secara maksimal menuju lahan sawah.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, diperlukan langkah penanganan secara terpadu, mulai dari pembangunan pipanisasi, pengangkatan sedimentasi Situ Wanayasa dan Situ Cibeber, hingga perbaikan jaringan irigasi sekunder dari Situ Wanayasa menuju Situ Cibeber.
Selain itu, perbaikan saluran irigasi Cigosali serta optimalisasi embung juga menjadi bagian penting dalam penguatan sistem tata kelola air pertanian di wilayah tersebut.
Potensi Dampak hingga 500 Hektare
Penanganan jaringan irigasi tersebut memiliki nilai strategis karena berpotensi memberikan dampak terhadap lahan pertanian dengan luasan sekitar 500 hektare. Optimalisasi jaringan pengairan diharapkan mampu meningkatkan kepastian ketersediaan air bagi petani sekaligus mendukung peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas lahan.
Ketersediaan air yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan budidaya padi. Karena itu, perbaikan infrastruktur irigasi perlu berjalan beriringan dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat guna.
Dalam konteks tersebut, uji coba Inpago Fortiz menggunakan drum seeder rakitan menjadi bagian dari upaya menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga mempertimbangkan kondisi nyata di tingkat petani.
Kolaborasi antara BRMP Unggas, penyuluh, dan kelompok tani menjadi faktor penting dalam proses pengujian dan evaluasi. Hasil uji coba nantinya dapat menjadi bahan untuk melihat efektivitas teknologi tanam, perkembangan pertumbuhan tanaman, serta potensi penerapannya pada lahan yang lebih luas.
Melalui sinergi antara inovasi teknologi pertanian, penguatan infrastruktur irigasi, dan pendampingan penyuluh, BRMP Unggas terus mendukung upaya Kementerian Pertanian dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan optimalisasi sumber daya di tingkat wilayah.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi petani, memperluas pemanfaatan lahan pertanian, serta berkontribusi terhadap penguatan swasembada dan ketahanan pangan nasional.